Halaman

Jumat, 26 Juni 2015

Hubungan yang tiba-tiba menggantung

dari bulan oktober tahun 2014 aku bertemu dengan teman masa kecil ....lebih tepatnya bertemu lewat BBM dia adalah teman semasa waktu kami berdua pernah tinggal bersama, namun dia tinggal tidak lama karena pekerjaan ayahnya yang berpindah" suatu saat pada bulan tersebut kami bertemu lewat facebook, dan kemudia brbincang" sdkit smpai kita akhirnya ngobrol lewat BBM

hari demi hari kami selalu chatingan, baik siang sore hingga malam bahkan larut malam, suatu hari entah kenapa tiba" dia tertarik pada saya padahal saya masih belum tertarik karena saya tau bahwa dia mempunyai pacar dan untuk apa saya menyukai perempuan yang mempunyai pacar, karen dengan alasan itu aku lebih banyak menghindar apabila dia ingin menyatakan perasaan

namun hari demi hari aku pun luluh dan tidak bisa berbuat apa" selain mengatakan iya karena saat itu aku mulai tertarik dengannya, dan saat itu juga kami jadian, hari demi hari ...minggu demi minggu bahkan bulan demi bulan kami melewati dengan masa" romantis ...meskipun kami berdua LDR tapi setidaknya itu bisa membuat aku bahagia karena dengan begitu aku jadi semangat untuk kerja dan mengumpulkan uang untuk bertemu dengannya

bahkan kami berduapun bertekat untuk saling janji bahwa suatu saat kita pasti menikah, banyak kenangan yang kita lewati, dan aku pun jujur kepadanya bahwa aku tidak ingin memiliki mantan atau pun seseorang yang pernah menjadi masa laluku, dengan aku berkata seperti itu diapun senang dan kami berdua bertekat untuk saling berhenti mencari seseorang untuk di hati kami berdua dan memutuskan untuk bersama selamanya

waktu demi waktu kami berdua masih mesra dan romantis meski LDR, saling memberi kabar jika keadaan tidak terlalu sibuk, saling memahami jika salah satu dari kita mempunyai masalah dan saling menolong, namun tiba" di bulang juni lebih tepatnya di awal puasa ramadhan ini dia menjadi bersikap dingin, dia menjadi diam, di chatpun hanya di read ato bahkan tidak di baca sama sekali, dia pernah mengatakan bahwa dia ingin fokus skripsi

mendengar itu aku paham dan mencoba untuk tidak mengganggu aktifitasnya, namun siapa duga bahwa dengan sifat dinginnya itu tiba" dia menjadi lebih dingin, dan di saat sahur tiba" dia mengatakan bahwa dia ingin break dulu dia ingin fokus dengan skripsi yg katanya sudah di tagih oleh dosennya, jujur akupun tipe orang yg baper(bawa perasaan) segala sesuatu yg ku dengar ato kurasakan pasti akan ku bawa perasaan

mungkin ini sudah menjadi sifat asliku karena pada dasarnya aku sendiri orangnya sensitif sangat perasa, dan sekarang pun kondisi hubungan kita masih sebuah tanda tanya akibat dari kalimat "break" yg ia bilang, ketika aku bertanya berapa lama waktu yg di butuhkn untuk break dia tidak menjawab, tp hanya di read saja

(berlanjut karena baru di bbm dia dgn prasangka ada tanda" kita berdua putus :'( )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar